Mengapa Penderita Tipes Jangan Banyak Bergerak ?

Penyakit tipes yang disebabkan oleh bakteri Samonella typhi ini menyebar secara bertahap dalam tubuh dengan berbagai gejala yang ditimbulkan terutama demam tinggi yang naik turun dan kontinyu, rasa sakit di bagian perut sebelah kiri, lidah yang bagian tengahnya berwarna putih, perubahan pola buang air besar, hilangnya nafsu makan, dsb.

Umumnya, dalam mendiagnosa penyakit tipes dilakukan pemeriksaan tes darah untuk melihat apakah ada antibodi yang dihaslkan oleh tubuh dari bakteri Salmonella typhi ini. Selain itu, dilihat pula kadar atau jumlah leukosit penderita yang umumnya akan menunjukan jumlah leukosit yang menurun.

Mengapa Penderita Tipes Jangan Banyak Bergerak ?

 

tipes

Proses penyembuhan penyakit tipes adalah untuk mengilangkan bakteri yang masuk ke tubuh. Karena itu, penderita harus istirahat total dan tidak banyak bergerak agar panas badan cepat turun.

Jika banyak bergerak, bisa membuat suhu badan naik dan bakteri akan terus berkembang biak masuk ke dalam darah, banyak bergerak juga tidak baik karena orang yang menderita tipes sedang mengalami masalah dengan ususnya yang ringkih dan bisa semakin sakit jika banyak gerak.

Selain itu, pendeerita tipes juga jangan sampai melupakan pengobatan tipes yang harus dijalankan, salah satu rekomendasi yang efektif dan aman adalah dengan ramuan herbal ekstrak teripang emas Jelly Gamat Gold-G. Untuk informasi lebih lengkap mengenai produk kesehatan terbaik Jelly Gamat Gold-G, silahkan KLIK DISINI.

Mengetahui Proses Penularan Tipes

Seperti yang telah kita ketahui bahwa tipes merupakan salah satu penyakit yang dapat menular dari manusia satu ke manusia yang lainnya melalui makanan atau air, jari tangan atau kuku, muntah, lalat, dan feces. Media ini yang selalu ada di sekitar kita namun sebagian besar dari kita tidak menyadarinya dan tetap saja bersikap kurang peduli terhadap kebersihan makanan dan lingkungan sekitar. Untuk itulah, kita perlu Mengetahui Proses Penularan Tipes agar bisa mangantisipasinya sedini mungkin sehingga bisa terhindari dari serangan penyakat akibat dari infeksi Salmonella typhi ini.

Mengetahui Proses Penularan Tipes

proses penularan tipes

Feces atau muntah dari pasien tipes dapat menularkan bakteri Salmonella typhi kepada orang lain. Kuman tersebut dapat ditularkan melalui air yang terkontaminasi atau makanan yang tidak higienis akibat dari hinggapnya lalat pada makanan tersebut yang sebelumnya telah hinggap di feces atau muntan pasien tipes.

Ketika kita mengkonsumsi air atau makanan terkontaminas tersebut dan tidak mencuci tangan sebelumnya, maka Salmonella typhi akan masuk ke dalam tubuh.

Salmonella typhi yang masuk dari mulut terinfeksi, selanjutnya menuju lambung. Sebagian bakteri tersebut dimusnahkan oleh asam lambung dan sebagian lolos menuju usus halus bagian distal. Usus tersebut bisa mengalami iritasi dan mengeluarkan endotoksin sehingga menyebabkan darah mengandung bakteri. Selanjutnya masuk melalui aliran darah dan jarngan limpoid menuju limfa dan hati.

Di dalam jaringan limpid ini bakteri berkembang biak, lalu masuk ke aliran darah dan mencapai organ lain terutama usus halus yang tadi awal datangnya bakteri menimbulkan iritasi dan peradangan yang menyebabkan melabsorbsi nutrien dan hiperistaltik usus hingga terjadi diare.

Dari sinilah awal munculnya gejala tipes seperti yang telah dikatakan berupa diare, demam, muntah, tubuh lemas, bahkan sampai pada menurunnya kesadaran. Walaupun kedengarannya tipes ini merupakan penyakit biasa yang akan sembuh dalam kurun waktu yang tidak lama, namun fakranya sudah banyak korban meninggal akibat dari penyakit tipes. Untuk itu, tindakan pencegahan maupun pengobatan tipes harus dilakukan sedini mungkin.

Tips Mencegah Tipes

“Mencegah lebih baik daripada mengobati”, pepatah lama yang masih kita ingat dan katakan, namun tidak lagi kita terapkan dalam kehidupan, termasuk dalam upaya menjaga kesehatan untuk mencegah penyakit tipes.

Tahap atau proses pencegahan sebenarnya lebih ringan daripada proses pengobatan, baik dalam segi waktu maupun segi finansial. Namun hal ini tak cukup memberikan kesadaran pada masyarakat akan pentingnya menerapkan pola hidup sehat guna mencegah berkembangnya sumber penyakit dalam tubuh.

Untuk kesempatan ini kami ingin menginformasikan pada anda dan seluruh masyarakat mengenai beberapa Tips Mencegah Tipes.

Tips Mencegah Tipes

 

tips mencegah tipes

  • Hindari mengkonsumsi jajanan di pinggir jalan serta jika mengkonsumsi telur sebaiknya yang benar-benar matang.
  • Sebaiknya melakukan imunisasi tipes untuk meningkatkan daya tahan tubuh anda terhadap penyakit tipes.
  • Meningkatkan daya tahan tubuh dengan istirahat yang cukup (7-8 jam perhari), olahraga teratur 3-4 kali dalam seminggu selama 1 jam.
  • Jika anda baru saja sembuh dari tipes, sebaiknya jangan melakukan pekerjaan yang sangat melelahkan, karena akan mudah kambuh jika dibandingkan dengan orang yang belum pernah terkena penyakit tipes.
  • Hindari makanan yang tidak higienis.
  • Mencuci tangan sebelum makan.

Nah, itulah beberap tips mencegah tipes yang sederhana dan tidak memerlukan biaya mahal, karena anda hanya diharapkan mengkonsumsi makanan yang benar-benar higienis dan bergizi. Sedangkan untuk solusi Pengobatan Tipes-nya, kami merekomendasikan anda pada obat herbal multikhasiat dari ekstrak teripang emas Jelly Gamat Gold-G.

Jumlah Penderita Tipes di Indonesia

Jumlah Penderita Tipes di Indonesia

jumlah penderita tipes

Pengobatan Tipes,- Data Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan jumlah kasus demam tifoid (tipes) di seluruh dunia mencapai 16-33 juta penderita, dengan 500.000 hingga 600.000 kematin tiap tahunnya. Negara yang paling tinggi terkena tipes adalah negara di kawasan Asia Tengah (Pakistan, Bangladesh, India) dan Asia Tenggara (Indonesia dan Vietnam).

Kasus atau Jumlah Penderita Tipes di Indonesia grafiknya terus meningkat. Setiap tahunnya sekitar 50.000 orang meninggal dari jumlah penderita tifoid antara 350-810 orang per 100.000 populasi penduduk.

Demam tifoid merupakan penyakit infeksi menular yang terjadi pada anak maupun dewasa. Penyakit sistematik akut ini disebabkan infeksi bakteri salmonelia typhi. Kuman ini masuk ke tubuh manusia melalui makanan dan minuman yang tercemar, dan tertelan masuk ke dalam lambung kemudian ke usus sehingga bakteri berkembang biak.

Meski tipes bisa menyerang anak di atas umur 1 tahun, pasien paling banyak adalah anak usia 5 tahun. Tapi belakangan ini, serangan terhadap anak di bawah umur 5 tahun, meningkat jadi 15 %. Menurut penelitian di Bagian Anak FKUI tentang bayi yang kejang waktu baru lahir, 80 % penyebabnya adalah tipes. Penyakit ini juga ikut menyumbang angka kematian bayi yang sangat tinggi di Indonesia dimana 90%-nya akibat infeksi.

Oleh karena itu, diperlukan tindakan yang cepat agar penyakit tipes ini tidak berlanjut ke fase yang lebih mengkhawatirkan. Namun alangkah lebih baik jika penyakit tipes tersebut bisa dicegah sehingga tidak benar-benar menyerang. Seperti pepatah yang mengatakan “Mencegah lebih baik daripada mengobati”.

 

 

Perbedaan Tipes dan Demam Berdarah

tipes+db

Sebagian besar masyarakat masih belum bisa membedakan antara gejala tipes dan demam berdasarah. Hal ini dikarenakan ada persamaan gejala di antara kedua jenis penyakit ini, yaitu mulai dari demam tinggi yang naik turun serta adanya bintik-bintik merah pada kulit. Pengenalan penyakit yang salah bisa memengaruhi pengobatan yang akan dilakukan. Untuk itu, anda perlu mengetahui Perbedaan Tipes dan Demam Berdarah tersebut.

Perbedaan Tipes dan Demam Berdarah

tipes vs db

Pola Demam

Demam pada tipes akan datang perlahan. Di siang hari penderita bisa terlihat segar dan sehat, namun saat sore dan malam hari demam muncul. Suhu tubuh di hari pertama bisa saja hanya menunjukan 36-37 derajat Celcius, namun makin hari akan semakin tinggi. Pada hari ke-3 atau ke-4, penderita baru terlihat sakit karena setelah 24-72 jam, bakteri telah mencapai organ hati, kantung empedu, limpa, sumsum tulang, dan ginjal. Di hari ke-7 suhu tubuh penderita tipes bisa mencapai 40 derajat Celcius.

Sedangkan pada demam berdarah, pola demamnya mendadak tinggi dan terjadi terus menerus.

Masa Inkubasi

Inkubasi adalah masuknya bakteri atau virus ke dalam tubuh manusia sampai timbul gejala awal penyakit. Masa inkubasi tipes rata-rata berlangsung antara 7-14 hari. Pada akhir masa inkubasi, terjadi pelepasan endoktoksin yang menyebar ke seluruh tubuh dan menimbulkan gejala dema tifoid. Oleh sebab itu, puncak penyakit ini biasanya terjadi pada akhir minggu pertama. Sedangkan setelah minggu kedua, gejalanya semakin jelas disertai demam tinggi yang terus-menerus dan tidak lagi naik turun.

Sementara masa inkubasi demam berdarah adalah 3-15 hari, setelah itu penderita mengalami demam tinggi. Pada hari ke-3, penderita mengalami risiko syok. Sedangkan jika bisa diatasi, maka fase penyembuhan dimulai setelah hari sakit ke-7.

itulah Perbedaan Tipes dan Demam Berdarah yang dapat kami sampaikan dari dermis70.blogspot.com. Membedakan beberapa jenis penyakit memang sangat dubutuhkan guna menunjang pengobatan yang akan dijalankan agar sesuai dan mendapatkan hasil yang diinginkan.

 

By http://pengobatantipes.com/

Bakteri Samonella Typhi Penyebab Tipes

Pengbatan Tipes,- Sebagian besar dari anda mungkin sudah tidak asing lagi mendengar nama bakteri yang satu ini “Salmonella Typhi“. Ya, bakteri penyebab penyakit tipes yang masuk ke dalam tubuh melalui makanan atau air yang telah terkontaminasi. Bakteri Salmonella typhi ini masuk ke dalam saluran pencernaan, setelah berkembang biak, kemudian menembus dinding usus menuju saluran limfa, masuk ke dalam waktu 24-72 jam. Kemudian dapat terjadi pembiakn di sistem retikuloendothelial dan menyebar kembali ke pembuluh darah yang kemudian menimbulkan berbagai gejala klinis.

Salmonella Typhi

salmonella typhi

Sebenarnya ada banyak jenis dari bakteri Salmonella yang dapat masuk dan berkembang pada tubuh manusia sebagai pemicu timbulnya penyakit, namun Salmonella tyhpi inilah yang paling sering ditemukan.

  • Phylum  : Eubacteria
  • Class  : Prateobacteria
  • Ordo  : Eubacteriales
  • Family  : Enterobacteriaceae
  • Genus  : Salmonella
  • Species  : Salmonella enterica
  • Subspesies  : enteric (I)
  • Serotipe  : typhi

Penamaan Salmonella typhi sebenarnya tidak benar, yang seharusnya adalah S.enterica subgrup enteric serotip typhi atau lebih singkatnya S. enteric I ser. typhi. Namun penamaan Salmonella typhi itu sendiri telah umum digunakan karena lebih sederhana sehingga lebih sering digunakan.

Bakteri ini menginvasi pembuluh darah dan juga gastroenteritis yang dikarenakan keracunan makanan atau intoksikasi ini harus dihindari dengan cara menjaga kebersihan makanan dan lingkungan serta rajin mencuci tangan terutama sebelum dan setelah makan. Anda juga perlu meningkatkan daya tahan tubuh dengan asupan makanan yang bergizi, tidur yang cukup, dan olahraga secara teratur 3-4 kali dalam seminggu selama satu jam.

Itulah informasi mengenai Bakteri Samonella Typhi Penyebab Tipes, semoga bermanfaat. 🙂

 

Anjuran Jenis Makanan untuk Penderita Tipes

Setelah sebelumnya kami memberikan informasi mengenai Makanan yang Harus Dihindari Penderita Tipes, sekarang kami akan memberikan informasi seputar beberapa Anjuran Jenis Makanan untuk Penderita Tipes.

Anjuran Jenis Makanan untuk Penderita Tipes

anjuran makanan untuk penderita tipes

Tipes identik dengan bubur atau berbagai jenis makanan lembek lainnya. Namun faktanya bukan hanya bubur yang dapat dikonsumsi penderita tipes. Penderita tipes tetap bisa mendapatkan beragam nutrisi dari beberapa jenis makanan berikut ini :

Karbohidrat

Asupan karbohidrat liberal disarankan untuk mengisi glikogen yang habis pada tubuh. Mudah dicerna, karbohidrat juga dimasak seperti pati sederhana, glukosa, madu, gula tebu, dan lain-lain harus dimasukan karena mereka memerlukan pencernaan lebih sedikit dan berasimilasi dengan baik.

Contoh karbohidrat yang baik untuk tipes : beras dibubur atau tim, kentang rebus, krakers, tepung-tepungan dibubur atau dibuat puding.

Protein

Karena ada kerusakan jaringan yang berlebihan, asupan Protein harus ditingkatkan. Untuk mencapai ini hal ini, makan secara teratur dengan tambahan minuman berprotein tinggi.

Contoh Protein : Untuk Protein hewan yaitu daging empuk, hati, ayam, ikan direbus (ditumis, dikukus, diungkep, dipanggang), telur (direbus, ditim, diceplok air, didadar, dicampur dalam makanan atau minuman), dan susu maksimal 2 gelas per hari. Sedangkan Protein nabati yaitu tahu, tempe (ditim, direbus, ditumis), dan susu kedelai.

Diet serat

Gejala tipes berupa diare dan lesi di saluran usu, segala bentuk iritasi harus dihilangkan. Untuk itu, makanan yang berserat tinggi perlu dihindari dan manfaatkan makanan yang berserat rendah.

Sayuran berserat rendah dan sedang yang baik untuk penderita tipes : kacang panjang, buncis muda, bayam, labu siam, tomat masak, wortel (direbus, dikukus, ditumis)

Lemak

Karena adanya diare, emulsi lemak dalam bentuk krim , mentega, susu, kuning telur, harus dimasukkan dalam diet, karena mereka mudah dicerna. Makanan yang digoreng dan sulit dicerna harus dihindari.

Contok lemak nabati : margarin, mentega, dan minyak dalam jumlah terbatas untuk menumis, mengoles, dan setup.

Mineral

Karena hilangnya elektrolit yang berlebihan seperti sup natrium, kalium, dan klorida asin, kaldu, jus buah, susu harus dimasukkan untuk mengkompensasi hilangnya elektrolit. Suplemen zat besi harus diberikan untuk mencegah anemia.

Menu Makanan Sehat untuk Penderita Tipes

sup tahu

Makan Pagi

  • Bubur ayam tanpa bumbu kuning
  • Telur rebus matang
  • Susu

Makan Siang

  • Tim saring
  • Abon ayam tabur
  • Sup atau sayur bening labu siam
  • Semangka  potong

Makan malam

  • Tim saring (blender dengan campuran dada ayam, udang kupas, wortel, brokoli, sedikit bawang putih)
  • Sup tahu rebus
  • Pudding buah susu
  • Jus melon

Sumber ( http://nutricymeal.blogspot.com/ )

Itulah beberapa anjuran jenis makanan untuk penderita tipes yang dapat menjadi rekomendasi untuk para penderita tipes di rumah. Konsumsilah makanan yang tepat untuk penyakit anda, dan jangan lupa menjalankan pengobatan tipes yang tepat dan aman.

 

By Pengobatan Tipes

 

Makanan yang Harus Dihindari Penderita Tipes

Pantangan Bagi Penderita Penyakit tipes

Saat sedang sehat, tentu anda bisa mengkonsumsi berbagai jenis makanan yang anda sukai walaupun pada kenyataannya makanan tersebut akan berpengaruh buruk pada tubuh anda. Kebiasaan anda tersebut akan berbeda ketika anda sakit. Anda harus benar-benar memerhatikan makanan yang akan dikonsumsi apakah itu akan berpengaruh buruk pada penyakit yang sedang anda derita atau tidak. Hal ini juga sama terjadinya pada penderita tipes.

Makanan yang Harus Dihindari Penderita Tipes

makanan yang harus dihindari penderita tipes

Ada beberapa jenis Makanan yang Harus Dihindari Penderita Tipes, di antaranya :

  1. Makanan pedas,- Makanan pedas di dalam perut yang normal akan membuat organ-organ pencernaan panas. Bahkan jika terjadi luka dalam usus akibat Salmonella typhi selama tipes, ketika diberi makanan pedas akan mengalami pembengkakan dan mungkin pendarahan. Ketika hal ini terjadi, kesembuhan penyakit tipes cenderung lebih lam bahkan akan semakin memburuk.
  2. Makanan serba asam,- Makanan yang mengandung asam ini akan mengakibatkan penyakit tipes semakin parah, sehingga sebiknya hindari berbagai jenis makanan yang bersifat asam.
  3. Makanan berlemak,- Jika penderita tipes mengkonsumi makanan berlemak tinggi, usus yang mengalami masalah sebelumnya karena infeksi bakteri Salmonella typhi dipaksa untuk bekerja. Hal tersebut akan semakin memperburuk kondisi usus penderita tipes.
  4. Makanan yang berserat tinggi,- Makanan yang berserat tinggi merupakan makanan yang wajib anda cantumkan pada menu makanan sehari-hari, namun beda halnya dengan penderita tipes. Ketika terjadi perforasi atau kerusakan usus serius, dimana penderita mengalami infeksi menyeluruh serta tidak sadarkan diri, maka makanan berserat tinggi tersebut harus dihindari.
  5. Minuman beralkohol atau bersoda,- Minuman jenis ini jika dipaksakan pada penderita tipes, bisa mengakibatkan masalah yang serius. Karbonasi soda di dalam perut ternyata bisa menyebabkan naiknya kadar asam lambung sehingga dapat memperburuk kondisi pasien.
  6. Kopi,- Kopi dapat memicu naiknya asam lambung. JIka hal ini terjadi pada penderita tipes, paduan susu yang luka dan asam dari kopi akan menyebabkan lapisan mukosa usus tergerus sehingga terjadi pendarahan dan akhirnya menyebabkan kematian.

Itulah beberapa jenis makanan yang harus dihindari penderita tipes untuk mencegah memburuknya kondisi penyakit atau bahkan mendukung proses penyembuhan selain menjalankan pengobatan tipes yang tepat dan aman.

Terimakasih telah mengunjungi kami, semoga artikel Makanan yang Harus Dihindari Penderita Tipes ini dapat bermanfaat bagi anda semua. 🙂